Posted by: ahmadkomarulzaman | March 30, 2009

pemilu legislatif 2009

Beberapa hari lagi gw mesti pergi ke Denhaag buat nyontreng, tapi sampai sekarang gw ga tau yang mana yang mesti gw contreng. Gw yang notabene asli garut, harus ikut nyoblos daerah pemilihan Jakarta dan Luar negeri. Caleg dari daerah  pemilihan garut aja  blum tentu pada kenal, apalagi orang Jakarta. Yang ga kenal ya sebatas selebrity yang sering nongol di TV ajah.  Should I vote for them?

Ternyata  gw tidak sendirian, ada banyak orang yang memiliki pertanyaan yang sama.  Seorang teman (desperately) mengungkapkan: Should I vote for Mandra? That’s the one I know.

Apakah itu salah mereka (baca para caleg) yang kurang dikenal atau lebih karena
gw-nya yang ignorance alias ga tau dan/atau ga mau tau?

Banyak orang yang siap-siap atau bahkan sudah bertekad  untuk golput. Mereka tidak percaya lagi dengan demokrasi yang selama ini banyak digaungkan sebagai sistem yang terbaik oleh para politisi atau lebih tepatnya dari negara2 barat. Mungkin sistem demokrasi adalah sistem buatan manusia yang terbaik saat ini. Seperti sudah jadi hukum alam, semua buatan manusia dan apa yang diperbuat oleh manusia tidak ada yang
sempurna. So, inilah kesempurnaan dalam ketidaksempurnaan.

Di Indonesia sendiri, dulu orang2 bersitegang pengen pemilihan langsung, karena dianggap bisa lebih
merepresentasikan masyarakat. Which is logically plausible, but systematically questionable. Logikanya caleg itu berasal dari dan diusing oleh rakyat, tetapi tidak sedikit dari mereka yang tidak dikenal dan tidak diusung oleh masyarakat.  Salah satu buktinya, sekarang orang2 bingung mau milih siapa. Dan itulah manusia, tidak diciptakan untuk menciptakan yang sempurna.


Leave a response

Your response:

Categories